Efek Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens L.) pada Kanker Payudara
Abstract
Angka kematian akibat kanker menduduki peringkat kedua dari seluruh kematian akibat penyakit. Dari seluruh tipe kanker, kanker payudara berada pada peringkat kedua paling banyak menyebabkan kematian pada populasi wanita di seluruh dunia. Rasionya berkisar sekitar 1 kasus kematian dari 3 kasus kanker payudara. Modalitas terapi yang sudah diterapkan untuk pengobatan antara lain pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Penanganan dengan kemoterapi dapat memicu terjadinya efek samping yang cukup berat dan seringkali memunculkan efek resistensi. Hal tersebut menjadi alasan para peneliti untuk mengeksplorasi potensi pengobatan lain pada kanker payudara, khususnya dengan penggunaan bahan herbal. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antikanker adalah seledri (Apium graveolans L.). Seledri memiliki kandungan senyawa flavonoid dalam jumlah yang tinggi, seperti apigenin dan luteolin. Sejumlah studi melaporkan bahwa baik ekstrak seledri maupun senyawa apigenin dan luteolin yang terkandung di dalam seledri, menunjukkan aktivitas antikanker pada payudara dengan mempengaruhi penurunan viabilitas, migrasi, dan metastasis, serta memicu terjadinya apoptosis.
