Pendekatan Karakteristik Morfologi dan Klasifikasi Molekuler dalam Penatalaksanaan Karsinoma Endometrium

  • Deza Anggraini
  • Hartono Tjahjadi
  • Puspita Eka Wuyung
Keywords: Karsinoma endometrium, klasifikasi molekuler karsinoma endometrium, POLE ultramutated, Hypermutated/MSI/MMRd, copy-number high/p53abn, copy-number low/NSMP

Abstract

Perjalanan klasifikasi dan stadium karsinoma endometrium mencerminkan perubahan paradigma dari pendekatan morfologi murni menuju integrasi molekuler yang lebih presisi. Perubahan besar datang pada tahun 2013, ketika The Cancer Genome Atlas (TCGA) mengidentifikasi empat subtipe molekuler karsinoma endometrium, yaitu POLE ultramutated, Hypermutated/ Microsatellite Instability (MSI)  atau mismatch repair  deficient (MMRd), copy-number high atau p53 abnormal, serta copy-number low atau no specific molecular profile (NSPM). Temuan ini merevolusi cara pandang, karena klasifikasi molekuler terbukti lebih akurat dalam memprediksi prognosis dibandingkan klasifikasi morfologis tradisional yang sebelumnya digunakan. World Health Organization (WHO) kemudian merespon melalui edisi ke-5 Klasifikasi Tumor Traktus Genitalia Wanita WHO pada tahun 2020, yang untuk pertama kalinya mengintegrasikan klasifikasi molekuler ke dalam sistem resmi, sehingga diagnosis kini tidak hanya berdasarkan histologi, tetapi juga status molekuler utama. Sejalan dengan itu, panduan klinis European Society of Gynaecological Oncology (ESGO)/ European Society for Radiotherapy and Oncology (ESTRO)/ European Society of Pathology (ESP) tahun 2021 mulai menerapkan stratifikasi risiko berbasis molekuler untuk menentukan terapi adjuvan. Puncaknya di tahun 2023, International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) memperbaharui stadium karsinoma endometrium dengan integrasi molekuler. Akhirnya, pada tahun 2025, ESGO/ESTRO/ESP menerbitkan panduan terbaru dengan integrasi penuh faktor histologis, molekuler, anatomi, serta biomarker tambahan (seperti ekspresi reseptor estrogen dan HER2) pada karsinoma endometrium sehingga memungkinkan stratifikasi risiko yang lebih akurat dan terapi yang lebih individual.

Published
2026-06-22