Dapatkah CEA dan Biomarker Inflamasi Rutin Meningkatkan Penilaian Prognosis Kanker Kolorektal? Suatu Narrative Review

  • Siti Nurbaya
  • Yusra Yusra
  • Kusmardi Kusmardi
Keywords: kanker kolorektal, CEA, NLR, PLR, SII, biomarker inflamasi, prognosis, laboratorium klinik

Abstract

Latar Belakang

Kanker kolorektal merupakan salah satu keganasan dengan beban morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penilaian prognosis terutama didasarkan pada stadium TNM dan karakteristik klinikopatologis, tetapi heterogenitas perjalanan penyakit pada pasien dengan stadium yang sama menunjukkan perlunya biomarker tambahan. Carcinoembryonic antigen (CEA) merupakan biomarker sirkulasi yang telah lama digunakan pada kanker kolorektal, terutama untuk pemantauan penyakit dan kekambuhan. Di sisi lain, respons inflamasi sistemik dapat dinilai melalui parameter yang diperoleh dari pemeriksaan darah rutin, seperti neutrofil, limfosit, monosit, dan trombosit, serta indeks turunannya, yaitu neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR), platelet-to-lymphocyte ratio (PLR), lymphocyte-to-monocyte ratio (LMR), dan systemic immune-inflammation index (SII).

 

Tujuan

Review ini bertujuan menilai bukti terkini mengenai CEA dan biomarker inflamasi berbasis pemeriksaan laboratorium rutin pada kanker kolorektal serta mengevaluasi potensi kombinasi keduanya dalam penilaian prognosis.

 

Pembahasan

CEA memiliki nilai prognostik yang relatif konsisten, khususnya kadar pascaoperasi yang berhubungan dengan overall survival, disease-free survival, dan recurrence-free survival. Biomarker inflamasi juga menunjukkan hubungan dengan prognosis. Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa NLR tinggi berhubungan dengan luaran yang lebih buruk, sedangkan PLR dan SII tinggi juga berkaitan dengan penurunan survival. SII menunjukkan hasil yang semakin konsisten dalam penelitian terbaru, tetapi variasi cut-off, waktu pengambilan spesimen, komorbiditas, dan heterogenitas populasi masih menjadi kendala. Bukti awal menunjukkan bahwa kombinasi CEA dan NLR dapat memberikan nilai prognostik lebih baik dibandingkan salah satu parameter saja. Penelitian terbaru bahkan telah mengembangkan model prognostik yang menggabungkan NLR, CEA, dan CA19-9.

 

Kesimpulan

CEA dan biomarker inflamasi dari pemeriksaan darah rutin berpotensi saling melengkapi dalam penilaian prognosis kanker kolorektal. CEA memberikan informasi yang terutama berkaitan dengan karakteristik tumor, sedangkan biomarker inflamasi mencerminkan respons sistemik pasien terhadap keganasan. Kombinasi keduanya berpotensi menghasilkan pendekatan prognostik yang murah, sederhana, dan mudah diterapkan. Namun, diperlukan standardisasi cut-off, pengendalian faktor perancu, serta validasi eksternal dan prospektif sebelum kombinasi biomarker tersebut dapat digunakan sebagai alat prognostik rutin.

Published
2026-08-12